
TransGo Perluas Armada Kendaraan Digital, Targetkan Lebih dari 1.200 Unit di Jabodetabek
TransGo Rental Group memperluas armada kendaraan hingga lebih dari 1.200 unit di Jabodetabek untuk mendukung mitra pengemudi ride-hailing dan mobilitas digital.
Perusahaan penyedia armada kendaraan untuk ekosistem transportasi digital, TransGo Rental Group, terus memperkuat ekspansinya di sektor mobilitas berbasis aplikasi di Indonesia. Hingga awal tahun 2026, perusahaan ini tercatat telah mengoperasikan ratusan kendaraan yang tersebar di berbagai wilayah strategis di kawasan Jabodetabek. Ekspansi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjawab meningkatnya kebutuhan kendaraan bagi mitra pengemudi ride-hailing yang terus berkembang seiring pertumbuhan layanan transportasi digital di Indonesia.
Seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna aplikasi transportasi digital, kebutuhan kendaraan bagi mitra pengemudi juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Hal ini menjadi peluang besar bagi perusahaan fleet operator seperti TransGo untuk menghadirkan solusi penyediaan kendaraan yang efisien, terjangkau, dan mudah diakses oleh para mitra driver. Melalui sistem pengelolaan armada yang terintegrasi, perusahaan berupaya memastikan setiap kendaraan dapat digunakan secara optimal dalam mendukung aktivitas transportasi harian masyarakat.
Model bisnis fleet operator yang dijalankan oleh TransGo berada di bawah entitas operasionalnya yaitu PT TransGo Mobility Rental. Perusahaan ini menyediakan kendaraan bagi mitra pengemudi dari berbagai platform transportasi digital. Dengan sistem kemitraan yang fleksibel, para pengemudi dapat mengakses kendaraan tanpa harus melakukan pembelian kendaraan secara langsung, sehingga membuka peluang kerja yang lebih luas di sektor ekonomi digital.
Kerja sama strategis dengan berbagai platform transportasi juga menjadi faktor penting dalam pertumbuhan perusahaan. Salah satu kemitraan yang signifikan adalah dengan ekosistem digital GoTo Group yang memiliki jaringan layanan transportasi dan layanan digital yang luas di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, TransGo dapat menyediakan kendaraan bagi mitra driver yang terdaftar dalam platform ride-hailing.
Selain itu, perusahaan juga menjalin kemitraan dengan Grab Indonesia untuk memperluas jaringan operasionalnya. Kolaborasi ini memungkinkan TransGo menyediakan kendaraan yang dapat digunakan oleh mitra pengemudi dalam berbagai layanan transportasi online. Dengan meningkatnya permintaan layanan ride-hailing, kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Tidak hanya berfokus pada jumlah armada, TransGo juga mulai mengembangkan konsep mobilitas yang lebih ramah lingkungan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan mengadopsi kendaraan listrik dalam jaringan armada perusahaan. Upaya ini dilakukan untuk mendukung transformasi transportasi yang lebih berkelanjutan di Indonesia.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, TransGo menjalin kerja sama dengan produsen kendaraan listrik nasional Maka Motors. Kerja sama ini memungkinkan penggunaan motor listrik dalam operasional armada perusahaan. Dengan hadirnya kendaraan listrik, perusahaan berharap dapat membantu mengurangi emisi karbon sekaligus menekan biaya operasional bagi mitra pengemudi.
Direktur Utama TransGo, Muhammad Qolbu Almarifah, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekosistem transportasi digital membuka peluang besar bagi perusahaan fleet operator untuk berkontribusi dalam mendukung mobilitas masyarakat. Ia menilai bahwa kebutuhan kendaraan bagi mitra pengemudi akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Menurutnya, perusahaan tidak hanya berperan sebagai penyedia kendaraan, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi para driver dalam menjalankan aktivitas mereka. Dengan sistem manajemen armada yang modern, TransGo berupaya memberikan pengalaman kemitraan yang lebih transparan dan efisien bagi para mitra pengemudi.
Selain pengembangan armada, perusahaan juga tengah membangun sistem manajemen armada berbasis digital yang memungkinkan pemantauan kendaraan secara real-time. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional serta mempermudah pengelolaan kendaraan dalam jumlah besar.
Kantor operasional TransGo sendiri berada di kawasan strategis Jakarta yang menjadi pusat koordinasi operasional armada perusahaan. Dari lokasi tersebut, tim operasional mengatur distribusi kendaraan serta memastikan seluruh armada dapat beroperasi dengan optimal di wilayah Jabodetabek.
Dengan ekspansi armada yang terus berlangsung serta kemitraan strategis dengan berbagai perusahaan teknologi, TransGo optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu fleet operator penting dalam industri mobilitas digital Indonesia.























