
Justin PSI Kritik Acara Mewah Bank Jakarta: Laba Anjlok, Malah Hura-hura!
Soroti penurunan laba drastis dan layanan sistem yang sering error, PSI kecam penggunaan anggaran Bank Jakarta untuk mengundang artis papan atas di JICC. Harusnya fokus berbenah, bukan pesta pora.
JAKARTA, 26 April 2026, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Justin Adrian Untayana, menyorot acara Employee Gathering 2026 yang diadakan oleh Bank Jakarta.
Justin menilai bahwa acara Bank Jakarta yang mengundang artis-artis papan atas mulai dari Sheila On 7 hingga Wika Salim di Jakarta International Convention Center (JICC) pada hari Minggu (26/4/2026) itu tidak tepat, dikarenakan kinerja bank tersebut yang terus menurun selama beberapa waktu ke belakang.
“Acara Employee Gathering itu tidak seharusnya diselenggarakan di tengah-tengah kinerja Bank Jakarta yang sedang menurun. Bank Jakarta menyewa venue yang tidak murah, dan mengundang artis-artis papan atas pula. Rasanya tidak masuk akal kalau selebrasi sebesar dan semewah ini diadakan ketika pendapatannya sedang menurun,” kritiknya.

Berdasarkan Laporan Keuangan Tahunan Bank Jakarta 2024, laba bersih Bank Jakarta mengalami penurunan Year on Year (YoY) dari Rp1.02 triliun pada 2023 menjadi hanya Rp779 miliar pada tahun 2024.
Tidak hanya itu, Laporan Keuangan Tahunan Bank Jakarta 2025 menunjukkan data terkini laba bank tersebut hanya sebesar Rp330 miliar di tahun 2025, di mana hal itu menunjukkan penurunan lebih dalam lagi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Dari laporan keuangan tahunannya saja, bisa dilihat kalau labanya itu menurun. Pada tahun 2023, Bank Jakarta memang meraup laba bersih sebesar Rp1.02 triliun. Tapi, di tahun berikutnya angka tersebut drop jauh ke Rp779 miliar, dan di 2025 turun lagi ke Rp330 miliar,” sambungnya.
"Lalu, apa yang perlu diselebrasikan?" imbuhnya dengan heran.
Justin juga menyorot buruknya layanan Bank Jakarta yang sebelumnya bernama Bank DKI. Di mana, gangguan itu membuat para pelanggan merasa sangat risih dan kehilangan kepercayaan terhadap bank tersebut.
“Jangan lupa, layanan Bank Jakarta juga pernah error tahun lalu pada bulan-bulan ini. Di tengah-tengah semarak warga Jakarta yang ingin merayakan Lebaran dan pergi belanja, sistemnya malah down. Setelah diusut, kemudian ada juga dugaan peretasan yang gagal dicegah oleh Bank Jakarta,” tambahnya.
“Bahkan hingga kini, layanannya juga masih sering error. Malah, masalahnya itu kadang-kadang terjadi ketika orang-orang sedang gajian. Jadi, alih-alih merasa senang karena gajinya turun, para nasabah harus dibuat kesal oleh pelayanan Bank Jakarta yang buruk,” terusnya.
Menurut Justin, Bank Jakarta perlu melakukan banyak hal lainnya, selain mengadakan acara besar-besaran yang boros anggaran dan tidak jelas tujuannya.
“Harusnya, Bank Jakarta berbenah diri, bukannya berpesta-pora atas prestasi rendah. Ada target-target yang perlu dikejar, perbaikan-perbaikan sistem yang dilakukan, dan kepercayaan nasabah yang dipulihkan kembali,” ujarnya.
“Lebih baik, uang yang dihamburkan demi acara ini dipakai untuk melakukan perbaikan-perbaikan internal itu. Apalagi, kini uangnya juga terbatas karena pendapatan Bank Jakarta yang menurun. Ini sangat mengecewakan sekaligus memalukan!” tutupnya.
Narahubung:
Justin Adrian Untayana
Anggota DPRD
Provinsi DKI Jakarta
Fraksi PSI
+62 812-9167-7888























