Transgo Group Tembus 1.500 Armada dan Targetkan 2.000 Unit di 2026

Jakarta, September 2026 — Transgo Group Rental kembali mencatatkan pertumbuhan signifikan di industri rental kendaraan dan fleet management Indonesia. Hingga September 2026, Transgo Group telah mencapai 1.500 unit kendaraan yang dikelola dan dioperasikan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan fleet operator yang berkembang di segmen kendaraan operasional untuk driver online dan kebutuhan mobilitas masyarakat.
Pencapaian 1.500 unit tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan ekspansi Transgo Group. Perusahaan kini membidik pertumbuhan lebih agresif dengan menargetkan 2.000 unit armada pada akhir 2026.
Target tersebut mencakup pengembangan armada mobil, motor, serta kendaraan listrik yang digunakan untuk mendukung kebutuhan transportasi online, logistik, mobilitas harian, dan berbagai kebutuhan rental kendaraan.
Dari Rental Kendaraan Menuju Fleet Operator Berbasis Teknologi
Transgo Group tidak lagi hanya mengembangkan bisnis sebagai penyedia rental mobil dan rental motor konvensional. Perusahaan secara bertahap membangun ekosistem fleet management yang mengintegrasikan penyediaan kendaraan, pengelolaan mitra, maintenance, monitoring kendaraan, hingga sistem operasional berbasis digital.
Perkembangan tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan kendaraan bagi pengemudi platform ride-hailing seperti Gojek, Grab, Maxim, dan inDrive.
Melalui layanan Transgo Fleet Partner, perusahaan menyediakan kendaraan yang dapat digunakan oleh mitra pengemudi untuk menjalankan aktivitas transportasi online. Layanan tersebut mencakup rental mobil driver online serta rental motor, termasuk opsi kendaraan listrik.
Transgo sebelumnya juga telah mencatat pertumbuhan armada yang cepat. Pada 2025, Transgo Fleet Partner diberitakan berhasil mencapai 500 unit dalam periode ekspansi awal dan kemudian berkembang hingga ratusan unit kendaraan melalui kerja sama strategis dengan berbagai mitra.
1.500 Unit Armada Menjadi Tonggak Baru Transgo Group

Pencapaian 1.500 unit pada September 2026 menunjukkan perubahan skala bisnis Transgo Group yang cukup signifikan dibandingkan fase awal perusahaan membangun bisnis fleet.
Pertumbuhan armada tersebut tidak hanya berasal dari penambahan kendaraan, tetapi juga dari pengembangan jaringan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan penyedia kendaraan, perusahaan rental, platform ride-hailing, hingga mitra pembiayaan dan pendukung ekosistem kendaraan.
Dalam perkembangan terbarunya, Transgo Group juga memperkuat sektor kendaraan listrik. Ekosistem perusahaan saat ini mencakup pengelolaan armada kendaraan listrik, kendaraan konvensional, bengkel, serta sistem monitoring kendaraan. Informasi perusahaan menunjukkan adanya pengembangan kerja sama kendaraan listrik dengan sejumlah mitra untuk mendukung ekspansi armada 2026.
Muhammad Qolbu Almarifah: Fokus Kami Bukan Sekadar Menambah Unit
Direktur Utama Transgo Group, Muhammad Qolbu Almarifah, mengatakan bahwa pertumbuhan jumlah armada harus diikuti dengan peningkatan kualitas pengelolaan kendaraan dan pelayanan kepada mitra.
“Bagi kami, mencapai 1.500 unit bukan hanya soal menambah jumlah kendaraan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kami mampu mengelola 1.500 unit tersebut secara konsisten, menjaga utilisasi, memastikan kendaraan dalam kondisi baik, dan memberikan pengalaman yang baik kepada mitra.”
Menurut Qolbu, industri rental kendaraan Indonesia sedang mengalami perubahan. Model bisnis rental tidak lagi cukup hanya mengandalkan proses pemesanan kendaraan, tetapi membutuhkan sistem operasional yang mampu mengelola armada dalam skala besar.
“Kami sedang membangun Transgo bukan hanya sebagai perusahaan rental, tetapi sebagai perusahaan fleet operator dan mobility platform. Jadi yang kami bangun adalah ekosistemnya: kendaraan, driver, maintenance, monitoring, teknologi, sampai partnership.”
Ia menambahkan bahwa target 2.000 unit pada akhir 2026 merupakan target yang agresif, namun tetap diarahkan dengan pendekatan pertumbuhan yang terukur.
“Target 2.000 unit sampai akhir 2026 tentu bukan target yang kecil. Tetapi kami percaya pertumbuhan harus dibangun dengan fondasi operasional yang kuat. Kami tidak ingin hanya mengejar angka armada. Kami ingin setiap unit yang masuk ke Transgo bisa dikelola dengan baik dan memberikan nilai bagi pemilik kendaraan, mitra driver, maupun perusahaan.”
Target 2.000 Unit Armada pada Akhir 2026
Setelah mencapai 1.500 unit pada September 2026, Transgo Group kini memiliki target tambahan sekitar 500 unit hingga akhir tahun.
Dengan demikian, perusahaan menargetkan total 2.000 unit kendaraan pada akhir Desember 2026.
Ekspansi tersebut akan dilakukan melalui beberapa jalur, mulai dari kerja sama penyediaan kendaraan, rent-to-rent, kemitraan fleet, pengembangan kendaraan listrik, hingga perluasan jaringan operasional.
Dalam roadmap perusahaan, kendaraan listrik menjadi salah satu bagian penting dari strategi pertumbuhan Transgo. Ekosistem Transgo Group saat ini juga mengembangkan pengelolaan motor listrik untuk mendukung kebutuhan driver ojek online dan kurir.
Memperkuat Posisi sebagai Fleet Operator Indonesia
Pertumbuhan industri transportasi online menciptakan kebutuhan yang semakin besar terhadap kendaraan yang siap digunakan oleh driver.
Tidak semua pengemudi memiliki kendaraan sendiri. Kondisi tersebut menciptakan peluang bagi perusahaan fleet operator seperti Transgo untuk menyediakan akses kendaraan sekaligus membantu driver menjalankan aktivitas ekonomi mereka.
Transgo Fleet Partner saat ini menawarkan rental kendaraan untuk driver online dengan pilihan mobil dan motor. Informasi layanan Transgo menyebutkan bahwa armada tersebut dapat digunakan oleh driver Gojek, Grab, Maxim, dan inDrive, dengan cakupan operasional di sejumlah wilayah seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Bandung.
Model ini membuat Transgo tidak hanya berperan sebagai perusahaan rental kendaraan, tetapi juga sebagai bagian dari infrastruktur pendukung ekonomi digital dan ride-hailing.

Teknologi Menjadi Fondasi Pengelolaan Armada
Semakin besar jumlah kendaraan yang dikelola, semakin kompleks pula proses operasionalnya.
Karena itu, Transgo Group mengembangkan pendekatan berbasis teknologi untuk membantu proses monitoring dan pengelolaan kendaraan. Dalam ekosistem perusahaan, teknologi digunakan untuk mendukung proses booking, administrasi, monitoring kendaraan, serta pengelolaan operasional fleet.
Transgo Group juga memperkenalkan sistem monitoring dan telematika untuk armada yang mencakup pelacakan kendaraan, geofencing, hingga pengelolaan kendaraan secara terintegrasi.
Bagi perusahaan fleet operator, sistem tersebut menjadi semakin penting ketika jumlah kendaraan sudah mencapai ribuan unit.
Transgo Dorong Pertumbuhan Kendaraan Listrik
Selain memperluas armada kendaraan konvensional, Transgo Group juga memberikan perhatian besar terhadap pertumbuhan kendaraan listrik.
Pengembangan armada motor listrik menjadi salah satu strategi perusahaan untuk menghadirkan kendaraan dengan biaya operasional yang lebih efisien bagi mitra driver.
Transgo sebelumnya telah mengembangkan layanan rental motor listrik dan fleet partner untuk pengemudi online. Perusahaan juga telah memperluas kerja sama dengan sejumlah perusahaan kendaraan listrik untuk mendukung pertumbuhan armada.
Muhammad Qolbu Almarifah melihat transisi menuju kendaraan listrik sebagai peluang jangka panjang.
“Kami melihat kendaraan listrik bukan sekadar tren. Dalam beberapa tahun ke depan, EV akan menjadi bagian penting dari ekosistem transportasi Indonesia. Karena itu kami ingin berada di dalam proses transformasi tersebut sejak sekarang.”
Strategi Transgo Group Menuju 2.000 Unit
Untuk mencapai target 2.000 unit pada akhir 2026, Transgo Group akan berfokus pada beberapa aspek utama:
Pertama, memperluas partnership kendaraan.
Transgo akan terus membuka peluang kerja sama dengan perusahaan otomotif, perusahaan rental, pemilik kendaraan, maupun investor fleet.
Kedua, memperkuat fleet management.
Pertumbuhan jumlah kendaraan harus dibarengi sistem monitoring, maintenance, collection, dan operasional yang semakin matang.
Ketiga, memperbesar ekosistem kendaraan listrik.
Motor listrik diproyeksikan menjadi salah satu komponen penting dalam pertumbuhan armada Transgo.
Keempat, memperluas akses bagi driver online.
Kendaraan yang tersedia diharapkan dapat membantu lebih banyak mitra driver memperoleh akses kendaraan untuk bekerja.
Kelima, mengembangkan teknologi operasional.
Digitalisasi menjadi bagian penting untuk menjaga efisiensi ketika perusahaan mengelola ribuan kendaraan.
Dari 10 Unit Menuju Ribuan Armada
Pertumbuhan Transgo Group dalam industri fleet berlangsung relatif cepat.
Dalam timeline perusahaan, Transgo memulai operasi fleet ride-hailing pada 2025 dan kemudian melakukan ekspansi armada melalui berbagai partnership. Situs resmi Transgo Group mencatat perkembangan dari fase awal operasi hingga lebih dari seribu kendaraan aktif dan menempatkan target 2.000 armada sebagai salah satu sasaran pertumbuhan 2026.
Pertumbuhan tersebut memperlihatkan perubahan model bisnis Transgo dari perusahaan rental kendaraan menjadi perusahaan yang berfokus pada pengelolaan ekosistem armada.
Bagi Muhammad Qolbu Almarifah, perjalanan tersebut baru memasuki tahap awal.
“Kami masih jauh dari selesai. 1.500 unit adalah milestone, bukan garis finish. Target kami bukan hanya menjadi besar dari sisi jumlah kendaraan, tetapi menjadi salah satu fleet operator yang paling kuat dari sisi sistem, pelayanan, teknologi, dan partnership di Indonesia.”
Target Jangka Panjang Transgo Group
Setelah mengejar 2.000 unit pada akhir 2026, Transgo Group melihat masih terdapat ruang pertumbuhan yang besar di industri mobilitas Indonesia.
Pertumbuhan ride-hailing, kebutuhan kendaraan operasional, perkembangan ekonomi digital, serta adopsi kendaraan listrik dipandang sebagai peluang untuk memperluas bisnis fleet management.
Perusahaan juga berpotensi mengembangkan model bisnis yang lebih luas dengan mengintegrasikan rental kendaraan, fleet management, maintenance, teknologi monitoring, kendaraan listrik, dan layanan pendukung driver dalam satu ekosistem.
Dengan pencapaian 1.500 unit pada September 2026 dan target 2.000 unit pada akhir 2026, Transgo Group memasuki fase baru sebagai perusahaan fleet operator dengan skala yang semakin besar.
Bagi perusahaan, perjalanan tersebut bukan semata-mata tentang berapa banyak kendaraan yang berhasil ditambahkan, tetapi tentang bagaimana ribuan kendaraan tersebut dapat dikelola secara efisien dan memberikan dampak ekonomi kepada para mitra.
“Kami ingin ketika orang mendengar Transgo, mereka tidak hanya berpikir rental mobil atau rental motor. Kami ingin Transgo dikenal sebagai perusahaan yang membangun ekosistem mobilitas dan fleet management di Indonesia,” tutup Muhammad Qolbu Almarifah.
































